Minggu, 31 Juli 2011

Munggahan di Green Canyon, Pangandaran


Lokasi Green Canyon
Berperahu ke Green Canyon
Penat, stress, pusing ....hilang seketika saat kami melakukan perjalanan wisata ke pesisir pantai Ciamis Selatan tepatnya ke Pantai Pangandaran, Cagar Alam Pangandaran, Pantai Batuhiu serta Cukang Taneuh Green Canyon di Cijulang. Kami mengantar serombongan kecil para wisatawan lokal yang terdiri 7 orang dari Jakarta menuju Pangandaran. Acara ini mereka namakan MUNGGAHAN KE PANTAI SELATAN (PANGANDARAN). Acara ini di adakan oleh para karyawan PT. Capital Mitra Usaha (PT. CMU) tapi bukan atas nama perusahaan dimana mereka bekerja. Tapi atas nama pribadi-pribadi dengan cara iuran. Acara munggahan ini mereka persiapkan jauh-jauh hari kurang lebih 3 bulan sebelum hari H. Sengaja mereka menggunakan waktu liburan tersebut pada saat menjelang bulan ramadhan tiba, orang kita kenal acara ini tepatnya munggahan. Pas bener dengan acara yang mereka namakan. Para wisatawan lokal ini menggunakan jasa kami dengan paket 1 : 2 D 3 N artinya 2 hari 3 malam termasuk di perjalanan.
Bersampan ceria di aliran Curug, Green Canyon
Dengan paket 1 ini mereka hanya membayar Rp. 4.022.000,- untuk rombongan 7 orang dengan rata-rata per orangnya sekitar Rp. 574.571,-. Cukup murah karena fasilitasnya termasuk tiket ke 4 lokasi wisata, diantaranya Cagar Alam, Pantai Pangandaran, Pantai Batuhiu dan Green Canyon. Plus sewa perahu di Green Canyon. Penginapan dengan 1 kamar 2 orang serta ruangan luas. Makan 5 kali dari sejak pemberangkatan hingga perjalanan pulang. Acara munggahan di Pangandaran ini sejak tanggal 23 - 26 Juli 2011.Sayangnya kondisi aliran sungai Curug di Green Canyon, Cijulang sedang keruh, biasanya biru bening. Karena saat itu sedang terjadi hujan lebat di hulu sungai yaitu di sekitar daerah Tawang, dekat perbatasan antara Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga warna air sungai Curug ini agak kecoklatan, namun bagi mereka para pengunjung ke Green Canyon ini, tidaklah menjadi halangan.
Wisatawan Asing menikmati perjalanan wisata di Green Canyon
Mereka tetap menikmati perjalanan ke Green Canyon ini. Kebetulan di saat itu para pengunjung sangat banyak (penuh) mereka juga sama menyambut bulan suci Ramadhan dengan berlibur dan berkunjung ke beberapa lokasi wisata yang ada di Pangandaran dan sekitarnya. Selain para wisatawan lokal, juga terdapat banyak wisatawan mancanegara ikut asyik berbaur dengan para wisatawan lokal lainnya. Mereka para wisatawan asing lebih memilih berenang di aliran sungai Curug Cijulang ini sekalipun air sungai Curug tersebut keruh berwarna kecoklatan. Mereka tetap menikmati indahnya alam sekeliling aliran sungai Curug ini. Mereka ikut aktivitas rafting di sana. Kalau tidak salah ada sekitar 10 wisatawan asing yang mencoba ikutan dalam acara kegiatan rafting di Green Canyon. Kegiatan rafting dengan jarak tempuh kurang lebih 10 km dari hulu sungai Curug menuju ke Green Canyon.
Wisatawan yang beraktivitas rafting di Green Canyon
Biasanya para peserta yang mengikuti aktivitas rafting ini diangkut terlebih dulu menggunakan kendaraan. Setelah sampai di Hulu Sungai Curug, barulah para peserta mulai di ajak menyusuri aliran Hulu Sungai Curug dengan jarak tempuh sekitar 10 km tadi. Biaya rafting ini sebesar Rp. 900.000,- per rombongan dengan jumlah rombongan 5 orang, maksimal 6 orang dengan ketentuan membayar uang tambahan sekitar Rp. 175.000,- lagi. Rafting ini tanpa mendapat makan siang, jika para peserta rafting ingin memakai rafting plus makan siang, per rombongan perlu menambah biaya tambahan sekitar Rp. 125.000,- untuk 5 orang atau Rp. 160.000,- untuk 6 orang. Green Canyon memang memiliki keunikan tersendiri bila di banding dengan obyek wisata lainnya.

Aktivitas Flying Fox di Green Canyon
Jika di lokasi wisata lain, mungkin wahana yang ditawarkan sudah sering (umum) di dapati di obyek wisata lainnya. Seperti wisata bahari, jet sky, banana boat, butterfly boat, flying fox dan lain-lain. Sedangkan di obyek wisata Green Canyon ini wahana yang di sediakan bernuansa atau cenderung kepada petualang dengan kegiatan yang memacu adrenalin tinggi seperti rafting, berenang di aliran sungai Curug yang dalam, panjat tebing yang terjal dan curam, serta game flying fox yang ditawarkan berbeda dengan dengan flying fox pada umumnya karena di Green Canyon ini jenis flying fox yang disodori adalah peserta yang mengikutinya harus melewati aliran sungai Curug yang lebar. Namun begitu, aktivitas flyig fox ini sangatlah murah. Para pengunjung cukup merogoh recehan sekitar Rp. 20.000,- untuk satu kali terbang.

GALERI FOTO DI GREEN CANYON
1. Rafting











2. Bersampan di aliran sungai Curug







3. Para wisatawan asing di Green Canyon



















4. Para wisatawan lokal di Green Canyon


















Itulah sekilas perjalanan para wisatawan lokal khususnya yang berasal dari Ibukota Jakarta, merasa puas setelah berkunjung di Cagar Alam, Pantai Pangandaran, Pantai Batuhiu dan berakhir di lokasi wisata Green Canyon ini. Mereka menyatakan ingin kembali lagi selesap puasa nanti (lebaran). Itulah janji dan harapan mereka para wisatawan yang telah kami antar ke lokasi di atas tersebut. Kami pun merasa puas dan bangga karena telah mengantar mereka ke lokasi yang mereka tuju dan mereka inginkan.


Jika anda berminat berwisata ke Pangandaran, Cagar Alam, Pantai Batuhiu, Pantai Batukaras dan Green Canyon atau Cukang Taneuh, kami siap membantu dan melayani anda. 
Hubungi kami di +6221 94145160, +6221 454 99 676 dengan Harli

Selasa, 19 Juli 2011

Green Canyon: Wisata Alam Penuh Pesona

Munggahan Bareng Kawan di Green Canyon dan Pangandaran

Munggahan di Green Canyon
Green Canyon sebagai obyek wisata unggulan lainnya di wilayah Kabupaten Ciamis, memang banyak sekali dikunjungi oleh para wisatawan. Baik Wisatawan lokal maupun mancanegara.  Apalagi di saat liburan anak sekolah tiba yang berdekatan sekali waktunya dengan acara adat warga pakidulan, yaitu munggahan yang sebentar lagi akan tiba. Green Canyon khususnya, Pangandaran dan sekitarnya pada umumnya banyak sekali di serbu oeh para wisatawan, khususnya para wisatawan lokal. Mereka terutama yang datang dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis Kota, bahkan dari Bandung dan Jakarta pun banyak yang sengaja datang dan berkunjung ke Green Canyon dan Pangandaran di saat acara munggahan tiba. 
Senja di Pantai Pangandaran
Kata munggahan sering digunakan oleh para kalangan anak muda yang sengaja datang berhura-hura, makan bersama (botram), ngaliwet, bakar ikan, bakar ayam kampung di pinggir pantai, bahkan para orang tua pun tak ketinggalan banyak yang sengaja berlibur bersama keluarganya untuk acara munggahan ini. Sampai-sampai acara munggahan masuk pada kalender tahunan oleh pengelola setempat sehingga membuat para pemilik hotel dapat ketiban rejekinya. Dikarenakan penuhnya dan banyaknya wisatawan yang sengaja menginap di hotel tersebut untuk menyambut munggahan ini. Acara munggahan ini merupakan acara turun temurun di kalangan masyarakat Ciamis Selatan, dimana masyarakat tersebut sengaja memelihara acara munggahan agar tetap berlangsung di tiap tahunnya. Munggahan ini pun sebenarnya merupakan makan bersama, bersilaturrahmi sebelum acara Bulan Ramadhan tiba. 

Udang Goreng Ala Pangandaran
Sehingga diantara masyarakat, khususnya rombongan yang ikut dalam acara munggahan tersebut tidak lagi memiliki rasa benci dan iri terhadap teman sekelingnya, tetangga sekelilingnya, sehingga masyarakat (rombongan) tersebut dapat melaksanakan ibadah puasa dengan tenang, serta tanpa adanya rasa penasaran. Jika pemerintah setempat (pengelola) kepariwisataan jeli melihat hal ini, sebenarnya dengan acara munggahan ini dapat mendatangkan keuntungan yang besar untuk masyarakat lokasi wisata setempat. Bukan hanya saat liburan sekolah, liburan Idul Fitri atau pergantian tahun saja.

Atau bagi mereka (wisatawan) yang tidak mau repot dengan memasak sendiri (ngaliwet, bakar ikan sendiri, bakar ayam sendiri, jangan khawatir, karena di area wisata ini sudah tersedia berbagai menu makanan khas pangandaran (Sunda) atau menu makanan lain seperti fresh sea food. 
Aneka Oleh -oleh kerajinan Tangan
Disini banyak sekali tawaran menu makanan yang sangat menarik dari cumi-cumi saos tiram, udang bakar atau udang goreng, ikan bawal bakar, ikan kakacangan bakar, ikan baronang bakar dan lain-lain. Dijamin masakannya sungguh nikmat untuk disantap. Namun jika anda memiilih fresh sea food atau restaurant, harap di ingat harganya lumayan mahal. Harga Cumi atau udang bakar atau goreng berkisar antara Rp. 50.00,- hingga Rp. 200.000,- per kilogramnya dan cukup untuk rombongan kecil sebanyak 4 orang. Harga tersebut belum termasuk nasi dan minumannya. Mungkin kalau di hitung-hitung sekitar Rp. 250.000,- per paketnya.Setelah berlibur, bersantai, munggahan bersama rekan, kawan, teman dekat, pasangan anda, saat anda mampir sejenak di pasar seni. Disana banyak sekali kerajinan tangan dan pernak-pernik lainnya yang ditawarkan untuk para wisatawan. Dari kerajinan tangan terbuat dari kerang, sampai baju pantai pun tersedia disana. Masalah harga relatif murah (terjangkau). Asal bagaimana pintar-pintarnya anda menawarnya disana.

Ikan Asin Jambal Roti khas pangandaran
Sebelum anda pulang menuju tempat asal masing-masing dsebaiknya anda untuk mampir terlebih dulu di pasar ikan, disana banyak sekali macam ikan yang telah di asinkan, seperti ikan asin Jambal Roti. Ikan asin Jambal Roti ini berfariasi harganya dari yang kualitas terrendah hingga kualitas tertinggi. Yakni Trendah Rp 45.000,- per kg. dan yang tertinggi kualitasnya Rp. 85.000,- per kgnya. Ikan asin Jambal Roti buatan tangan masyarakat Pangandaran ini berbeda sekali dengan hasil produksi di tempat lain.  Produksi dari Pangandaran lebih gurih dan tebal, serta yang pasti tanpa bahan pengawet. Caranya cukup mudah Ikan Asin Jambal Roti dimasukan ke frezzer. 
Tanggal 23 Juli 2011 depan, kami akan berkunjung ke Pangandaran dan Green Canyon sambil munggahan, botram dan ngaliwet disana. Anda mau ikut? 
Jika anda berminat ke Pangandaran dan Green Canyon, kami siap membantu. Hub. di +6221 94145160; +6221 454 99 676 dengan Harli

Sabtu, 16 Juli 2011

Pangandaran Memang Menawan

Wahana Benana Boat di Pantai Pangandaran
Tak salah jika Pangandaran dan sekitarnya disebut sebagai Bali-Nya Jawa Barat, selain indah di pandang mata dan sangat memanjakan mata kita, juga banyak sekali macam ragam wahana yang di tawarkan di lokasi wisata ini. Khususnya bagi yang suka dengan acara flying fox, rafting, wisata bahari, berenang, memancing, wisata kuliner semuanya tersedia di sana. 
Khususnya bagi pecinta wisata bahari, obek wisata Pangandaran khususnya menawarkan wahana permainan yang sangat menantang dan menarik, seru namun asyik. Dimulai dengan menyempatkan diri mencoba permainan yang sungguh menantang dan memacu adrenalin kita, Flying Fox siap membuat jantung anda berdegup kencang. Panjang jalur (tali) Flying Fox ini sekitar 160 m, dengan start di sekitar perbukitan dan meluncur hingga ke pantai. Sungguh wahana yang memberikan kepuasan tersendiri buat para wisatawan di sana. Setelah puas anda menikmati wahana Flying Fox, disana tersedia es kelapa muda yang sengaja di sediakan disana.Woow nikmatnya......Habis sampai disitu? Tentu tidak. selanjutnya wisatawan disodori wahana lain yang telah tersedia di pantai Pangandaran ini. Banyak sekali pilihannya, butterfly boat, banana boat, jet sky. Untuk tarif banana boat atau butterfly boat sekitar Rp. 50.000,- per orang per rombongan 5 hingga 6 orang. Seru, menarik tentunya asyik. Selanjutnya, sehabis mengikuti acara wahana Flying fox, butterfly boat, banana boat dan lainnya biasa perut keroncongan. Jangan khawatir, disana tersedia pula menu makanan khas laut FRESH SEA FOOD, ikan bawal bakar, cumi-cumi bakar, udang bakar, kepting rebus dan lain-lain. Harga tentunya sangat terjangkau. Cukup merogoh kocek antara Rp. 50.000,- hingga Rp. 250.000,- kg. Cukup untuk makan berempat atau berlima. Sungguh mengasyikan.


Anda berminat ke Pangandaran? kami siap membantu. Hub di +6221 94145160, +6221 454 99 676 dengan Harli

Kamis, 14 Juli 2011

Pesona (lain) Pasir Putih Pangandaran

  

Pasir Putih Pangandaran
Bicara pasir putih sama artinya bicara pantai Pangandaran (khusus di Wilayah Ciamis). Pasir putih masuk dalam katalog wisata pilihan di Kabupaten Ciamis. Dimana dengan adanya pantai Pasir Putih ini, telah banyak mendatangkan keuntungan finansial buat Pemda Ciamis, khususnya Dinas Pariwisata. Karena apa, pantai Pasir Putih Pangandaran banyak sekali diminati dan dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Jadi jangan heran jika di pantai Pasir Putih Pangandaran ini banyak kita temui para wisatawan mancanegara yang asyik dan santainya (tanpa peduli sekelilingnya) beraktivitas seperti Sun Bath (berjemur). Selain itu, wisatawan lokalpun sangat banyak yang berkunjung di obyek wisata pantai Pasir Putih Pangandaran ini.

Wisatawan lokal sedang bersantai di Pasir Putih
Untuk masuk ke obyek wisata pantai Pasir Putih Pangandaran ini, para pengunjung lebih diutamakan harus masuk ke area Taman Cagar Alam Pangandaran terlebih dahulu, dikarenakan tiket masuknya sama cukup 1 kali beli tiket masuk ke Taman Cagar Pangandaran. Sehingga pantai Pasir Putih ini sebagai obyek wisata tambahan yang berdekatan dengan kawasan Cagar Alam Pangandaran. Setelah pengunjung puas bercekrama dengan dengan keluarga, teman di kawasan Cagar Alam, pengunjung biasanya menyempatkan diri ke area obyek wisata pantai Pasir Putih tersebut. Selain lokasinya yang sangat indah hamparan buih gelombang samudera, ada taman laut di sana, juga merupakan jalur pulang setelah pengunjung menikmati segala macam yang ada di kawasan cagar alam dan pantai Pasir Putih.

Wisatawan Naik Perahu ke Taman Laut sekaligus rute ke Pantai Barat
Setelah pengunjung bermain dan beraktivitas di pantai Pasir Putih, berjemur dan bermain pasir, saatnya pengunjung menyempatkan diri melihat-lihat taman laut yang ada di sekitar area pantai Pasir Putih tersebut. Untuk melihat taman laut, pengunjung cukup menyewa perahu yang telah banyak tersedia di pantai Pasir Putih dengan harga yang relatif murah dan sama antara perahu yang satu dengan yang lainnya. Jangan coba-coba menawar dari perahu satu lalu pergi mencari perahu yang lainnya, justru perahu terakhir tersebut biasanya akan lebih mahal. Harga perahu untuk ke taman laut rata-rata sekitar Rp. 350.000,- per parahu per rombongan. Dengan jumlah rombongan maksimal 7 orang. Jadi rata-rata per orangnya adalah Rp. 50.000,- Harga tersebut termasuk rute untuk pulang dari area pantai Pasir Putih menuju pantai Barat Pangandaran. cukup murah bukan.Coba anda lihat Taman Laut lalu pulang ke area pantai Barat Pangandaran dengan berenang.....wah terbayang..... CUKUP MURAH bukan?
pictures dari mypangandaran

Jika anda berminat ke Pasir Putih Pangandaran, kami siap membantu, hubungi di +6221 9414 5160; +6221 454 99 676 dengan Harli.

Minggu, 10 Juli 2011

Pesona (Lain) Cagar Alam Pangandaran

Bicara keindahan panorama alam Pangandaran memang tiada habisnya. Keindahan pantainya, keragaman penduduknya, keunikan serta ragam macam aktivitas yang dapat anda ikuti di tempat wisata sangat  menggoda dan akan memanjakan para pengunjung yang berkunjung dan berlibur di sana. Salah satu obyek wisata yang ada di kota Pangandaran diantaranya Cagar Alam Pangandaran (CAP) dan Pantai Pasir Putih (PPP, bukan partai politik).
Salah satu pohon yang dilindungi di Cagar Alam
Cagar Alam Pangandaran (CAP) berada di sekitar teluk Pananjung, dengan berbagai macam habitat di dalamnya, dari tumbuhan yang dilindungi serta hewan yang sangat dilindungi ada di dalam Cagar Alam Pangandaran ini.  Untuk masuk ke obyek wisata Cagar Alam Pangandaran ini pengunjung harus membayar tiket yang relatif murah. Cukup merogoh recehan Rp. 8.000,- per orang per sekali masuk. Untuk kendaraan besarnya tiket masuk ke Cagar Alam hampir sesuai dengan biaya masuk ke lokasi pantai Pangandaran. kendaraan kecil sejenis Kijang tiketnya Rp. 35.000,-. Kendaraan L 300 sekitar Rp. 45.000,- dan kendaraan sejenis Bus Medium pariwisata sekitar Rp. 60.000,- sedangkan untuk kendaraan sejenis Big Bus Pariwisata semacam HIBA sekitar 120.000,-. Kendaraan pengunjung bisa di parkir di tempat parkir yang relatif luas, sehingga cukup aman untuk memarkir kendaraan anda (pengunjung). Di lokasi wisata Cagar Alam Pangandaran ini, terdapat beberapa situs purbakala yang dapat dikunjungi wisatawan. Selain itu terdapat pula beberapa goa bersejarah peninggalan penjajahan Jepang saat Perang Dunia II. Dari lokasi Cagar Alam Pangandaran ini. Pengunjung dapat pula melihat dengan leluasa seluruh pesisir pantai Barat dan pantai Timur Pangandaran dari atas bukit yang ada di lokasi Cagar

Bukit di lokasi Cagar Alam
Alam Pangandaran ini. Sungguh indah jika anda dapat menikmati pemandangan gulungan ombak saling kejar mengejar menuju pantai, hamparan buih ombak pantai Pangandaran ini dari atas bukit yang ada di dalam Cagar Alam itu. Jika anda beruntung, diperbukitan ini juga anda dapat melihat salah satu hewan yang di lindungi Pemerintah yaitu Banteng Liar. Jika anda bernyali, anda juga dapat bercengkrama dengan hewan galak tersebut. di perbukitan ini biasanya digunakan untuk pengambilan gambar sebagai back ground layar putih. Biasa di perbukitan ini digunakan sebagai back ground cerita-cerita film persilatan atau action. Misalnya Pendekar Kelabang Seribu (Barry Prima, Advent Bangun dan Rosaline). Cerita kerajaan Galuh, dalam kumpulan film Saur Sepuh seri I hingga seri ke V, Satria Madangkara (Fendy Pradana, Elly Ermawati, dll.)                 

Gua Jepang saksi bisu bengisnya penjajah Jepang
Dilokasi Cagar Alam Pangandaran ini ada beberapa gua bekas penjajahan Jepang saat Perang Dunia II. Gua tersebut sampai sekarang masih berdiri kokoh. Di sinilah para Romusha bekerja membuat benteng pertahanan penjajah Jepang di Laut Selatan, sekaligus sebagai penjara mereka dari kekuasan penjajah Jepang. Sungguh mengerikan. Gua ini sebagai saksi bahwa penjajahan Jepang itu tidak hanya terpusat di Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. Namun di Jawa Barat pesisir selatan pun ikut jadi korban keganasan tentara Jepang dengan membentuk Romusha (orang pribumi yang ditangkap, disuruh kerja paksa) oleh tentara Jepang.

Mulut Gua Jepang
Dalam gambar sebelah, seorang pengunjung (anak kecil) mencoba masuk ke Gua Jepang ini untuk sekedar melihat betapa sakit dan pedihnya orang-orang pribumi (kita) membuat penjara untuk dihuni oleh mereka sendiri, selain untuk tempat perlindungan tentara Jepang dari serbuan musuh. Di dalam gua Jepang ini anda akan mendapati sebuah gua yang penuh dengan lika liku belokan ke kanan dan ke kiri yang di design agar para tahanan, romusha akan kebingungan menuju ke luar gua, sehingga sungguh sulit bagi para tahanan (tawanan perang, pekerja Romusha ) untuk melarikan diri dari gua Jepang ini.
Salah satu lorong di dalam Gua Jepang
Salah satu terowongan di gua Jepang ini cukup sulit jika anda (pengunjung) berdiri tegak, dikarenakan ukuran tinggi gua Jepang tidak sesuai dengan ukuran normal manusia saat ini, atau mungkin orang-orang (tentara) Jepang saat itu (Perang Dunia II) berukuran kecil (pendek). Sehingga jika anda masuk ke dalam gua Jepang tersebut akan kesusahan untuk berdiri tegak, cukup dengan berdiri agak membungkuk, supaya kepala anda tidak terantuk ke dinding atas Gua Jepang tersebut. Dalam gua Jepang ini, para pengunjung akan mendapati sejumlah ruangan berukuran kecil kurang lebih 2M x 1.5M serta ketinggian kurang lebih 160 cm. Terbayang jika anda (kita) berada di dalam gua Jepang tersebut yang hidup berbulan-bulan atau mungkin tahunan. Sungguh tersiksa, tanpa penerangan.

Kondisi Gua Parat saat ramai di kunjungi wisatawan.
Selain Gua Jepang, di Cagar Alam Pangandaran ini terdapat pula gua lain yang lebih dikenal dengan nama Gua Parat dan Gua Rengganis. Di samping ini merupakan foto dari kondisi di Gua Parat saat ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Di dalam Gua Parat ini para pengunjung dapat menikmati keindahan stalagtit dan stalagmit yang sangat menonjol di gua Parat ini. Di Gua Parat ini pun pernah dan sering digunakan untuk dijadikan background pengambilan gambar dalam layar lebar, seperti salah satu latar yang diambil, ada di film Pendekar Kelabang Seribu. Untuk bisa menembus panjangnya lorong atau terowongan Gua Parat ini di lokasi ini biasanya ada beberapa orang yang dengan sengaja menyewakan 

Mulut Gua Parat dengan tangga daruratnya.
lampu petromax, atau lampu senter sebagai penerangan di dalam melewati lorong Gua Parat ini. Gua Parat ini di mulai dari dekat pantai yang berada di kawasan pantai Timur Pangandaran dan berujung di sekitar tempat masuk ke arah kawasanCagar Alam. Cukup panjang lorong gelap yang harus dilalui, jika pengunjung ingin menikmati keindahan stalagtit dan stalagmit di Gua Parat ini. Namun untuk memasuki gua Parat ini, para pengunjung harus melewati tangga darurat yang disediakan oleh pengelola Kawasan Cagar Alam ini. Dan harus hati-hati, dikarenaka tingginya tangga yang harus dileawati lumayan tinggi. Mungkin tidak masalah untuk kaum pria, namun kan jadi masalah untuk kaum perempuan, apalagi jika sudah dimakan usia harus ada yang membantunya supaya tidak tergelincir dari tangga. Cukup

Salah satu lorong di Gua Parat
mengkuatirkan memang jika melihat tangga yang disediakan untuk turun naik pengunjung dalam mengunjungi salah satu gua yang ada di Kawasan Cagar Alam ini. Inilah salah satu lorong yang harus di lalui para pengunjung untuk memasuki dan menembus gua Parat ini. Sebaiknya pengunjung menyewa lampu atau senter untuk penerangan seperti dalam gambar di samping ini. Karena kadang di dalam gua Parat ini ada area yang luas dan area yang sempit untuk di lalauinya. namun tinggi dinding atas gua Parat ini cukup leluasa untuk berdiri tegaknya para orang dewasa. Tidakseperti di dalam gua Jepang tadi. Biasanya sewa lampu atau senter tidaklah terlalu mahal rentangannya per rombongan cukup merogoh kocek Rp. 5.000,- hingga Rp. 10.000,- cukup murah bukan?

Rusa penunggu kawasan Cagar Alam Pangandaran
Salah satu keunikan di dalam kawasan Cagar Alam Pangandaran ini adalah banyaknya hewan-hewan yang dilindungi oleh Pemerintah, seperti Banteng liar, Rusa, Lutung dan Kera. Untuk Banteng dan Rusa mungkin tidak sebanyak habitat lutung atau rusa. Banteng bisa dihitung dengan jari, rusa mungkin agak lebih banyak sedikit. Sedangkan untuk kawanan lutung dan kera di kawasan Cagar Alam Pangandaran ini sangatlah banyak. Sehingga jika anda (pengunjung) tidak berhati-hati saat bersantai di kawasan Cagar Alam ini, bisa-bisa barang makanan atau minuman yang dibawa oleh pengunjung dengan tanpa ditutupi atau disembunyikan dalam kantong (tas) maka

Sekawanan lutung di jalanan di kawasan Cagar Alam
kawanan lutung dan kera akan menghadap dan mencoba untuk merampas barang bawaan anda. Seperti yang pernah saya alami. Saat saya sedang santai dan asyik mengitari kawasan hutan Cagar Alam, bawaan (tentengan) di kantong plastik dengan isi mangga dan buah kedondong dirampas oleh sekawanan kera yang datang dari samping jalan dan keluar dari balik semak-semak yang begitu lebat. Saya hanya terkekeh-kekeh saat melihat kelucuan tingkah polah kera-kera tersebut. Asalkan kita tidak mengganggu mereka, maka mereka pun akan memperlihatkan persahabatannya dengan kita. Namun jika kita berusaha mengganggu habitat mereka, seperti melempar dengan batu atau kayu maka mereka akan

Seekor monyet yangberhasil merampas botol minuman dari pengunjung
berbalik menyerang kita. Saya pernah alami juga, ketika saya bercengkarama dengan sekawan kera di pantai Pangandaran, saya biasa memberi sekawanan kera itu dengan kacang-kacang kesukaan kera. Suatu saat krtika si Raja Kera datang dan mengunyah kacang pemberianku, saya iseng mencoba memegang ekor kera tersebut. Dan apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Raja Kera (besar sekali) menyeringai dan mneyrang saya, serta merta kawanan kera lainnya yang tanggung dan yang kecil pun ikut mengeroyok saya, sehingga saya kewalahan dan panik. Karen akaki saya telah digigit oleh kera besar tadi. Untung saja di lokasi kejadian ada seorang pawang kera atau mungkin orang yang telah mengetahui kelemahan kera. Akhirnya saat 

saya seketika teriak minta tolong: tooll..oong..saat itu ada bapak-bapak separuh baya mencoba menghardik kawanan monyet itu dari badan saya dengan sebuah lidi. Dan Alhamdulillah kawanan monyet itu bubar. Namun kaki kiri saya terkena gigitan kera besar tadi dan menembus sampai dagingnya, padahal saya saat itu menggunakan celana jeans. Cukup terasa efek gigitan kera tersebut. Walaupun saya sudah berobat ke Puskesmas terdekat, namun bekas gigitan monyet besar itu berhasil membuat saya panas dingin sekitar 3 hari 3 malam. Cukup menggelikan jika ingat kejadian itu. Seperti yang saya uraikan tadi tidaklah semua hewan yang ada di kawasan Cagar Alam Pangandaran ini berperangai baik (jinak), namun ada juga yang buas (galak)

Sekawanan lutung di Cagar Alam
tergantung anda (pengunjung) memperlakukannya bagaimana. Jika anda (pengunjung) bisa berlaku baik dan menghargai mereka dengan tidak berbuat iseng (seperti yang saya lakukan) maka meeka akan terlihat begitu mengasyikan. Kita dapat bercengkrama, dapat menikmati keindahan alam kawasan Cagar Alam dengan diselingi tingkalh polah lucu dari para hewan (habitat) yang ada di dalamnya. Kita manusia punya rasa dan akal, dan mereka pun punya rasa walaupu tidak berakal. Jadi nikmatilah berkungjung ke kawasan Cagar Alam Pangandaran dengan sepenuh hati tanpa harus mengganggu habitat yang ada di dalamnya. Cukup saya yang jadi korban hasil keisengan saya sendiri...he...he.....Di lokasi cagar Alam ini banyak juga tumbuhan-tumbuhan yang di lindungi oleh Pemerintah, sehingga para pengunjung di himbau untuk tidak melakukan perusakan di kawasan hutan lindung itu. Misalnya membabat pohon demi, membutuhkan kayu sekedar untuk acara bakar-bakar ikan atau ayam. Hal ini tidak diperbolehkan karena akan mengganggu suasana penghuni kawasan Cagar Alam Pangandaran tersebut. Selain itu, di kawasan Cagar Alam ini terdapat pula salah satu lokasi yang patut anda kunjungi. Yaitu air terjun yang bermuara ke laut lepas. 

Air Terjun di Cagar Alam Pangandaran
Setahu saya, baru air terjun ini yang ada di Ciamis Selatan. Air terjunnya langsung menuju laut pantai selatan. Airnya sungguh dingin, walaupun berada di sekitar pantai Pangandaran, air terjun ini kemungkinan berasal dari mata air yang terdapat di Gua Rengganis. Dimana, (menurut mitos) jika anda pengunjung membasuh muka dengan air dari Gua Rengganis ini maka muka anda akan terlehat berseri-seri (kalau punya duit), atau akan terlihat awet muda (bagi yang lagi kasmaran). Terserah anda pengunjung, percaya atau tida (bilieve or not) hanya anda yang dapat membuktikannya. Itulah sekilas pesona lain dari kawasan Cagar Alam Pangandaran di www.Wisata Air Pantai pangandaran.blogspot.com. Sebagian pictures dari mypangandaran.


Jika anda ingin berwisata ke Green Canyon dan Pangandaran sekitarnya, kami siap membantu hubungi saja Harli di +6221 9414 5160, +6221 454 99 676